Tentang Kami

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan jumlah sekitar 64 juta unit, UMKM telah berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto sekitar 60%, dan menyerap tenaga kerja sekitar 97%. Tetapi sayangnya, struktur UMKM di Indonesia masih sangat didominasi oleh Usaha Mikro, yaitu sekitar 98,7% dari total UMKM ( berdasarkan kriteria UU No.20/2008).

Bahkan, berdasarkan kriteria yang baru menurut PP No.7/2021, dimana pelaku Usaha Mikro ada usaha dengan pendapatan atau omzet sampai dengan Rp2 milyar per tahun, maka proporsi unit Usaha Mikro di Indonesia menjadi 99,6%! Adapun proporsi Usaha Kecil menjadi 0,3% dan Usaha Menengah 0,07%. Dari data ini, artinya hanya 3 dari 1000 unit Usaha di Indonesia yang omsetnya diantara Rp2 - 15 milyar per tahun (Usaha Kecil); dan hanya 7 dari 10.000 yang omsetnya di antara Rp15 - 50 milyar per tahun (Usaha Menengah).

Potret ini tidak banyak berubah sejak 10 tahun terakhir. Padahal, untuk membangun basis perekonomian yang lebih kokoh, kita sangat memerlukan lebih banyak unit usaha atau unit bisnis yang bisa menjadi Usaha Kecil dan Menengah. Sebagai contoh, di Uni Eropa, jumlah Usaha Kecil di sana adalah sekitar 6 dari 100 unit bisnis (5,8%), dan Usaha Menengah sekitar 9 dari 1000 bisnis (0,9%). Bagaimana caranya agar kita bisa membantu akselerasi kenaikan skala bisnis Usaha Mikro dan Kecil kita, agar lebih banyak yang bisa menjadi Usaha Kecil dan Usaha Menengah, atau bahkan menjadi Usaha Besar?

Peningkatan produktivitas UMKM tentunya tidak lepas dari akses pasar dan akses modal. Perluasan akses pasar dapat dilakukan dengan lebih cepat dan murah dengan Go Digital. Hal inilah yang membuat pemerintah, Kementerian Koperasi dan UKM RI, mencanangkan target agar setidaknya 30 juta pelaku UMKM di Indonesia dapat Go Digital sampai dengan 2030 nanti.

Kami menyadari bahwa spektrum program pendukung pemasaran amatlah luas - yaitu dari dari perbaikan desain produk (termasuk kemasan), strategi penentuan harga, promosi, dan sampai perluasan akses atau kanal penjualan (distribusi). Sehingga program ini dirancang khusus untuk meningkatkan exposure atau promosi produk-produk UKM Unggul dari jaringan komunitas ukmindonesia.id. Hal ini yang kemudian membuat indikator utama yang dimonitor untuk mengukur kesuksesan program ini adalah jumlah reach publikasi, jumlah visit (klik) ke katalog, jumlah klik ke masing-masing link produk UMKM peserta, peningkatan jumlah chat, peningkatan jumlah kontak calon konsumen, dan peningkatan jumlah follower media sosial masing-masing peserta. Adapun indikator berupa jumlah order juga ikut kami monitor untuk melihat dampak program promosi ini dalam meningkatkan order ke peserta, khususnya selama periode promosi berlangsung.

Hasil capaian dari program Katalog 100 UKM JuWAra 2020 telah kami tuangkan ke dalam Laporan dampak ukmindonesia.id 2020 yang dapat diunduh disini.

Sejalan dengan perkembangan program dan akan terus bertambahnya jumlah UMKM yang terpilih dan dipromosikan, program katalog digital UKM JuWAra kini disajikan melalui situs www.UKMJuWAra.id. Kanal ini akan terus memproduksi katalog berkala dan melakukan pengembangan konten dengan menghadirkan variasi tema katalog seperti UKM JuWAra GLOBAL yang berfokus pada promosi UMKM yang sudah sudah Go Digital dan memiliki produk dengan sertifikasi resmi sehingga memiliki kualitas proses dan mutu produk yang terjamin, sehingga siap untuk melakukan penetrasi pasar global.

Akhir kata, inilah kontribusi kecil kami untuk mendukung akselerasi UMKM naik kelas, khususnya dalam ranah spesifik di ruang lingkup promosi. Kami bangga karena prakarsa katalog ini merupakan buah karya kolaboratif dengan semua member peserta program UKM JuWAra, dengan Whatsapp Inc, yang turut didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, APINDO UMKM AKADEMI, dan pihak lainnya yang membantu mengamplifikasi kampanye #UKMJuWAra untuk #banggabuatanindonesia ini.

Temukan #UKMJuWAra kamu disini!